Wednesday, April 16, 2014

Cara Membuat Lem Wallpaper di Rumah

Panci Double Boiler
Double Boiler
Penggunaan lem dalam pemasangan wallpaper memang sangat dibutuhkan, apalagi produsen wallpaper biasanya tidak menyertakan lem khusus ini dalam penjualannya, jadi lemnya dijual terpisah.

Lem wallpaper atau yang dikenal juga dengan pasta wallpaper dapat kita buat sendiri di rumah dengan menggunakan bahan-bahan sederhana, hal tersebut dapat mengirit pengeluaran karena menggunakan bahan-bahan yang relatif murah harganya. Bahan-bahan yang akan digunakan adalah yang aman bagi manusia yakni tidak mengandung racun atau bahan kimia berbahaya. Berikut ini tiga cara -pembuatan lem untuk wallpaper dengan bahan yang berbeda-beda:

Bahan-bahan dan alat yang diperlukan:
  • 1 ½ cangkir tepung putih
  • ½ cangkir gula putih
  • 2 buah panci
Bahan tambahan:Tepung, gula dan Alum Lem
  1. Campurkan 1 ½ cangkir tepung putih dan ½ cangkir gula dalam panci.
  2. Tuangkan 1 cangkir air dingin ke dalam panci, lalu aduk campuran dengan alat pengocok yang terbuat dari kawat hingga kedua bahan menyatu dan tidak menggumpal. Setelah itu tempatkan panci di atas kompor dengan api sedang.
  3. Rebus 2 cangkir air dalam panci terpisah. Setelah air mendidih tuangkan ke dalam campuran di atas. Aduk campuran dengan sendok, lalu matikan api ketika campuran menjadi kaku. Lalu tambahkan 1 sdm tawas lalu diaduk.
  4. Simpan campuran dalam wadah kedap udara. Jika campuran mengeras, tambahkan air sampai campuran memiliki kekentalan yang tepat.

Bahan tambahan: Tepung, Alum dan Cengkeh
Alat tambahan: Panci double boiler
  1. Isi bagian bawah double boiler dengan air. Campurkan 1 cangkir tepung dan 3 sdt tawas di atas double boiler.
  2. Masukkan air ke dalam campuran tepung dan tawas tadi lalu aduk sampai menghasilkani krim yang kental. Aduk terus sampai tercampur rata.
  3. Tempatkan double boiler di atas api sedang. Aduk terus-menerus. Angkat double boiler dari kompor ketika campuran mengental seperti saus. Biarkan hingga dingin.
  4. Tambahkan 10 tetes minyak cengkeh sambil diaduk. Simpan campuran dalam botol kaca dengan tutup yang dapat diputar.

Bahan tambahan: Tepung, gula dan kayu manis
  1. Campur 1/3 cangkir tepung terigu dan 2 sdm gula ke dalam panci. Kemudian aduk rata dan tempatkan di atas api kecil.
  2. Masukkan 1 cangkir air kemudian diaduk. Lanjutkan mengaduk, pastikan tidak ada gumpalan yang terjadi pada campuran. Angkat panci dari kompor saat campuran berubah bentuk.
  3. Tambahkan 1/4 sdm minyak kayu manis dan aduk sampai rata. Simpan dalam stoples bersih dengan tutup yang dapat diputar.

Keterangan:

Double Boiler - Double Boiler, dikenal dengan sebutan 'panci tim'. Bentuknya yang sama dengan panci-panci yang lain. Panci ini terdiri dari 2 buah. Panci yang besar di bawah dengan sedikit lekukan di bagian tengah. Panci yang satu lebih kecil dan pendek.

Panci bagian bawah ini biasanya diisi dengan air yang tingginya hampir menyentuh dasar panci yang kecil. Sedangkan bahan yang akan dimasak ditaruh di panci yang lebih kecil. Saat dimasak, panci disatukan (ditumpuk) dan ditaruh di atas api. Panas uap air yang mendidih di bagian bawah panci akan mematangkan makanan secara perlahan sehingga tidak gosong.

Alum - Tawas (Alum) adalah kelompok garam rangkap berhidrat berupa kristal dan bersifat isomorf. Kristal tawas ini cukup mudah larut dalam air, dan kelarutannya berbeda-beda tergantung pada jenis logam dan suhu.
Selengkapnya di Cara Membuat Lem Wallpaper di Rumah

Thursday, January 23, 2014

Pemanfaatan Daun Beluntas Sebagai Bahan Baku Deodorant Spray

Daun Beluntas  (Pluchea indica (L) less)
Pemanfaatan ekstrak pucuk daun beluntas sebagai bahan baku pembuatan deodorant spray antibakteri dilakukan oleh Tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta.

Anggota tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terdiri dari: Indarti, Sri Kusyani, Chandra Dewi Puspitasari, dan Yuli Subekti

Koordinator tim mahasiswa Anita Ekantini mengatakan, bahwa Pembuatan deodorant spray itu dilakukan dengan cara mencampur ekstrak pucuk daun beluntas (Pluchea indica (L) less) pada berbagai konsentrasi dengan alk0h0l dan akuades.

Menurut dia, dalam daun beluntas terkandung senyawa fitokimia yakni senyawa tanin, fenol, flavonoid, sterol, dan alkaloid yang berpotensi sebagai sumber antioksidan dan antibakteri.

Anita Ekantini menjelaskan proses pembuatannya sebagai berikut:

  1. Pucuk daun beluntas dihaluskan dengan blender kemudian diperas dan disaring. Dengan metode itu didapatkan hasil ekstrak pucuk daun beluntas yang berwarna hijau tua. Untuk menghilangkan warna hijau, gunakan norit (arang aktif) sebagai penyerap zat warna.
  2. Campurkan norit tiga gram dengan ekstrak pucuk daun beluntas sebanyak 100 mililiter. Dari penyampuran itu didapatkan cairan yang berwarna hitam. 
  3. Campuran dimasukkan ke dalam botol dan kemudian didiamkan selama 12 jam. Campuran antara ekstrak pucuk daun beluntas dan norit disaring dengan kertas saring, tujuannya adalah untuk memisahkan antara norit dengan ekstrak pucuk daun beluntas. Penyaringan dilakukan tiga kali untuk mendapatkan ekstrak pucuk daun beluntas yang jernih.
  4. Setelah didapatkan sari dari pucuk daun beluntas, kemudian dibuat ekstrak dengan berbagai konsentrasi yakni 100 persen, 75 persen, 50 persen, dan 25 persen.

Pembuatan varian konsentrasi dari ekstrak pucuk daun beluntas dengan cara mengencerkan ekstrak pucuk daun beluntas konsentrasi 100 persen dengan akuades.

Anita Ekantini menjelaskan, berdasarkan hasil pengujian aktivitas antibakteri dalam ekstrak pucuk daun beluntas terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis diketahui bahwa konsentrasi ekstrak yang paling efektif untuk membunuh bakteri Staphylococcus epidermidis adalah konsentrasi 100 persen.
Selengkapnya di Pemanfaatan Daun Beluntas Sebagai Bahan Baku Deodorant Spray

Monday, January 20, 2014

Cara Membuat Shampo Mobil / Motor

Shampo yang akan kita buat dapat digunakan untuk keperluan sendiri ataupun bagi Anda yang sedang melakukan jenis usaha pencucian kendaraan bermotor baik itu sepeda motor ataupun mobil. Proses pembuatan shampoo mobil / motor Wet Look tergolong sederhana, dan bahan bakunya mudah diperoleh di toko-toko bahan kimia.

Bahan dan Resep :
  • Caustic Soda 5.5 gr
  • ABS (Alkyl Benzene Sulfonat) 50 gr
  • Cottoclarine BM 120 gr   
  • Sodium Sulfat 60 gr
  • Dewisil Liquid 1 cc
  • Aquadest 890 cc
  • Enzym AR 2 gr
  • Trilon 0.5 gr
  • Dimethicone 350 cps 3 cc
  • Silbione 3 cc
  • TX-100 30 cc
  • Emulgent T 5 cc 
  • Sodium Chloride 5 gr
  • Pewarna Biru Acid Stable secukupnya

Tahap-tahap Pembuatan :
  1. Siapkan Caustic Soda sebanyak 5.5 gr + Aquadest 100 cc, lalu aduk sampai larut.
  2. (1) + ABS 50 gr, lalu aduk sampai rata.
  3. (2) + Cottoclarine BM 120 gr diaduk sampai rata.
  4. Siapkan Sodium Cloride sebanyak 5 gr + 100 cc Aquadest, aduk sampai larut.
  5. (3) + (4) aduk sampai rata
  6. Siapkan Enzym AR 2 gr + Trilon 0.5 gr + Sodium Sulfat 60 gr + Aquadest 690 cc, aduk hingga larut.
  7. (5) + (6) aduk sampai rata
  8. (7) + Dimethicone 350 cps = 3 cc, aduk hingga rata
  9. (8) + Silbione 3 cc, aduk sampai rata
  10. 10. (9) + TX100 30 cc, aduk sampai rata
  11. 11. (10) + Emulgent T 5 cc , aduk sampai rata
  12. 12. (11) + Pewarna secukupnya, aduk sampai rata
Kalo mau busa berwarna dapat ditambah EDTA 20 gr

Arti dan fungsi Bahan-bahan yang digunakan:
  • Caustic Soda. Merupakan basa kuat, fungsinya adalah penetral ABS.
  • ABS (Alkyl Benzene Sulfonat). Merupakan bahan pembentuk sabun, bila direaksikan dengan caustic soda akan menghasilkan base sabun dan berfungsi sebagai pembersih yang kuat dan berbusa banyak.
  • Cottoclarine BM. Merupakan surfactant yang digunakan untuk membersihkan kotoran dan merupakan bahan pembersih yang menghasilkan busa dengan gelembung besar.
  • Sodium Sulfat. Berfungsi untuk membantu proses pelarutan ABS dan membantu untuk mengentalkan.
  • Dewisil Liquid. Berfungsi sebagai pengawet.
  • Enzym AR. Merupakan pelarut kotoran/debu yang menmpel pada mobil dan menjaga agar debu yang sudah terlarut dalam air tidak menempel lagi.
  • Trilon. Membantu mengikat ion ion.
  • Dimethicone 350 cps. Merupakan bahan pengkilap yang bisa mengkilapkan mobil, sifatnya sulit larut dalam shampoo mobil, karena itu dalam pemakaiannya bisa digabung dengan silbione.
  • Silbione. Merupakan Dimethicone copolyol yang berfungsi untuk mengkilapkan mobil. Bisa larut dalam air, tapi harganya lebih mahal dari pada dimethicone.
  • TX-100. Merupakan surfactant non ionic yang mempunyai daya bersih dan sekaligus bisa mengkilapkan mobil. Busanya sedikit dan bersifat kesat.
  • Emulgent T. Berfungsi untuk menetralkan pH shampoo mobil, agar tidak terjadi korosive pada mobil yang digunakan.
  • Sodium Chloride. Berfungsi untuk membantu proses pelarutan  Cottoclarine ke dalam air dan juga membantu untuk mengentalkan.
Selengkapnya di Cara Membuat Shampo Mobil / Motor

Thursday, December 26, 2013

Proses Pembuatan Kopra

Kopra yang sudah dikeringkan
Kopra adalah daging buah kelapa yang dikeringkan. Kopra merupakan salah satu produk turunan kelapa yang sangat penting, karena merupakan bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya. untuk membuat kopra yang baik diperlukan kelapa yang telah berumur sekitar 300 hari dan memiliki berat sekitar 3-4 kg.

Daging kelapa didapat dengan mencungkil dari tempurung secara manual atau memakai mesin cungkil kopra kemudian dikeringkan dengan bantuan sinar matahari atau panas buatan.

Kopra yang baik sebaiknya hanya memiliki kandungan air 6% – 7% agar tidak mudah terserang organisme pengganggu. Kerusakan yang terjadi pada kopra pada umumnya disebabkan oleh serangan bakteri dan serangan cendawan. Serangan tersebut mudah terjadi jika kadar air dalam kopra tinggi, kelembaban udara mencapai 80% atau lebih dan suhu atmosfer mencapai 30°C. Cendawan yang sering menyerang kopra adalah cendawan Rhizopus sp, Aspergillus niger, dan Penicillium glaucum. Terdapat 4 kualitas kopra, yang diantaranya adalah highgrade copra dan mixed copra.

Alat bantu yang dibutuhkan untuk membuat kopra antara lain; mesin cungkil kopra dan mesin pengering kopra. Mesin pengering kopra didesain untuk mempermudah dan mempercepat proses pembuatan kopra.

Proses pembuatan kopra dengan cara pengeringan:

1. Penjemuran matahari
Cara ini memakan waktu lama 5-7 hari, sangat bergantung pada kondisi cuaca, dan kualitas kopra pun sering tidak stabil, berjamur, kadar air kurang maksimal adalah ciri khas dari teknik ini.

2. Penjemuran bertudung Plastik
Modifikasi dari penjemuran sinar matahari, tetapi memanfaatkan tudung plastik, kopra dijemur dalam areal plastik. Panas yang masuk ke dalam areal plastik akan bertahan lama sehingga penjemuran bisa lebih cepat dari penjemuran biasa. Teknik penjemuran ini lebih baik dari cara penjemuran matahari langsung

3. Pengasapan
Cara ini adalah teknik yang banyak berkembang di petani kopra. Daging Kelapa dimasukkan ke dalam para-para tungku pengasapan dengan membakar sabut kelapa atau tempurung dibawahnya. Teknik ini membutuhkan waktu 3 harian.

4. Pengovenan
Teknik pengeringan kopra ini adalah yang terbaik untuk menghasilkan kopra. Teknik yang dipakai adalah model  Lade oven. Prosesnya adalah  kelapa basah disusun dalam lemari oven yang telah tersedia, kemudian dipanasi dalam kondisi tertutup; ke dalam ruangan ini dialirkan panas dengan suhu 40 derajat Celcius sampai 80 derajat Celcius. Panas dihasilkan dari pembakaran biomassa yang menghasilkan asap dan panas, kemudian dialirkan oleh blower untuk mengaliri oven pengering kopra.

Demikianlah proses pembuatan kopra, semoga bermanfaat untuk anda.
Selengkapnya di Proses Pembuatan Kopra