Sunday, October 12, 2014

Cara Membuat Obat Anti Nyamuk Oles

nyamuk
Nyamuk adalah salah satu hewan yang paling sering dijumpai dibelahan bumi manapun, meski berukuran kecil dan hanya bertahan hidup beberapa minggu saja, namun kehadirannya sangat mengganggu, selain mengganggu saat tidur, nyamuk juga adalah saalah satu penyebar berbagai jenis penyakit seperti demam berdarah dan malaria.

Wilayah Indonesia yang beriklim tropis menyebabkan hewan yang gemar menyedot darah manusia ini berkembang biak dengan subur. Cara apapun telah dilakukan oleh manusia untuk mengurangi gigitan nyamuk. Diantaranya adalah dengan melakukan penyemprotan (foging), membakar obat anti nyamuk, menyemprot dengan insektisida, sampai menggunakan raket elektrik. Hal tersebut tentu saja merepotkan, apalagi bila saat akan tidur nyamuk sudah menyerang, nah kali ini admin akan berbagi tentang cara membuat Obat Anti nyamuk Oles yang mirip dengan lavenda, Autan dan lain-lain. Cara pemakaiannyapun sama, yakni dengan cara dioleskan ke bagian kulit yang biasa diserang nyamuk seperti lengan dan kaki.


Bahan-bahan yang diperlukan:
  • Champer spt .........150cc
  • Milk Cleansing........500 Gram
  • Minyak DDT............3cc
  • Minyak kayu putih...10cc
  • Minyak Cengkeh ... .10cc
  • Menthol Po..............5 gram

Proses pembuatan:
  1. Siapkan bahan bahan seperti: Champer spt, Milk Cleansing, Minyak DDT, Minyak kayu putih, dan Minyak Cengkeh kemudian dicampurkan dengan cara diaduk hingga rata. 
  2. Masukkan Menthol Po Sambil ke dalam adonan diaduk terus hingga semua bahan tercampur.
  3. Saring campuran dengan kain halus agar campuran terlihat jernih.
  4. Setelah campuran jadi, masukkan ke dalam botol yang ditutup rapat, simpan di tempat sejuk dan kering.
Selengkapnya di Cara Membuat Obat Anti Nyamuk Oles

Wednesday, October 8, 2014

Cara Membuat Lip Balm dengan Bahan Alami

Lip Balm adalah salah satu produk kecantikan yang berguna untuk merawat kelembaban dan kesehatan bibir. Selain melembabkan dan mengatasi bibir pecah-pecah, lip balm juga bermanfaat membuat kulit bibir tetap muda dan membantu mempermudah dalampemakaian lipstik.

Berikut ini adalah cara membuat Lip Balm sendiri di rumah dengan bahan-bahan alami yang mudah didapatkan sehingga dapat dibuat kapan saja dengan biaya murah.


Bahan-bahan:

  • Butiran beeswax........................1 sdm 
  • Shea butter.................................1 sdm
  • Minyak esensial peppermint......8-10 tetes 
  • Minyak almond manis...............2 sdm 
  • wadah pot ukuran 5 gram


Proses pembuatan:

  1. Siapkan panci yang dipanaskan di atas air mendidih. Masukkan shea butter, minyak almond, dan beeswax. Diamkan hingga semua bahan meleleh menjadi cair. Bisa juga melelehkannya selama 10 detik di microwave.
  2. Angkat lelehan bahan dan diamkan hingga tidak panas, lalu tambahkan 10 tetes minyak esensial peppermint.
  3. Segera taruh lelehan bahan ke dalam wadah pot.
  4. Diamkan selama 30 menit hingga lelehan campuran bahan menjadi padat, kemudian tutup rapat wadah pot.

Demikianlah resep lip balm sederhana dengan penampilan cantik yang bisa Anda praktikkan sendiri di rumah. Selamat mencoba.
Selengkapnya di Cara Membuat Lip Balm dengan Bahan Alami

Wednesday, April 16, 2014

Cara Membuat Lem Wallpaper di Rumah

Panci Double Boiler
Double Boiler
Penggunaan lem dalam pemasangan wallpaper memang sangat dibutuhkan, apalagi produsen wallpaper biasanya tidak menyertakan lem khusus ini dalam penjualannya, jadi lemnya dijual terpisah.

Lem wallpaper atau yang dikenal juga dengan pasta wallpaper dapat kita buat sendiri di rumah dengan menggunakan bahan-bahan sederhana, hal tersebut dapat mengirit pengeluaran karena menggunakan bahan-bahan yang relatif murah harganya. Bahan-bahan yang akan digunakan adalah yang aman bagi manusia yakni tidak mengandung racun atau bahan kimia berbahaya. Berikut ini tiga cara -pembuatan lem untuk wallpaper dengan bahan yang berbeda-beda:

Bahan-bahan dan alat yang diperlukan:
  • 1 ½ cangkir tepung putih
  • ½ cangkir gula putih
  • 2 buah panci
Bahan tambahan:Tepung, gula dan Alum Lem
  1. Campurkan 1 ½ cangkir tepung putih dan ½ cangkir gula dalam panci.
  2. Tuangkan 1 cangkir air dingin ke dalam panci, lalu aduk campuran dengan alat pengocok yang terbuat dari kawat hingga kedua bahan menyatu dan tidak menggumpal. Setelah itu tempatkan panci di atas kompor dengan api sedang.
  3. Rebus 2 cangkir air dalam panci terpisah. Setelah air mendidih tuangkan ke dalam campuran di atas. Aduk campuran dengan sendok, lalu matikan api ketika campuran menjadi kaku. Lalu tambahkan 1 sdm tawas lalu diaduk.
  4. Simpan campuran dalam wadah kedap udara. Jika campuran mengeras, tambahkan air sampai campuran memiliki kekentalan yang tepat.

Bahan tambahan: Tepung, Alum dan Cengkeh
Alat tambahan: Panci double boiler
  1. Isi bagian bawah double boiler dengan air. Campurkan 1 cangkir tepung dan 3 sdt tawas di atas double boiler.
  2. Masukkan air ke dalam campuran tepung dan tawas tadi lalu aduk sampai menghasilkani krim yang kental. Aduk terus sampai tercampur rata.
  3. Tempatkan double boiler di atas api sedang. Aduk terus-menerus. Angkat double boiler dari kompor ketika campuran mengental seperti saus. Biarkan hingga dingin.
  4. Tambahkan 10 tetes minyak cengkeh sambil diaduk. Simpan campuran dalam botol kaca dengan tutup yang dapat diputar.

Bahan tambahan: Tepung, gula dan kayu manis
  1. Campur 1/3 cangkir tepung terigu dan 2 sdm gula ke dalam panci. Kemudian aduk rata dan tempatkan di atas api kecil.
  2. Masukkan 1 cangkir air kemudian diaduk. Lanjutkan mengaduk, pastikan tidak ada gumpalan yang terjadi pada campuran. Angkat panci dari kompor saat campuran berubah bentuk.
  3. Tambahkan 1/4 sdm minyak kayu manis dan aduk sampai rata. Simpan dalam stoples bersih dengan tutup yang dapat diputar.

Keterangan:

Double Boiler - Double Boiler, dikenal dengan sebutan 'panci tim'. Bentuknya yang sama dengan panci-panci yang lain. Panci ini terdiri dari 2 buah. Panci yang besar di bawah dengan sedikit lekukan di bagian tengah. Panci yang satu lebih kecil dan pendek.

Panci bagian bawah ini biasanya diisi dengan air yang tingginya hampir menyentuh dasar panci yang kecil. Sedangkan bahan yang akan dimasak ditaruh di panci yang lebih kecil. Saat dimasak, panci disatukan (ditumpuk) dan ditaruh di atas api. Panas uap air yang mendidih di bagian bawah panci akan mematangkan makanan secara perlahan sehingga tidak gosong.

Alum - Tawas (Alum) adalah kelompok garam rangkap berhidrat berupa kristal dan bersifat isomorf. Kristal tawas ini cukup mudah larut dalam air, dan kelarutannya berbeda-beda tergantung pada jenis logam dan suhu.
Selengkapnya di Cara Membuat Lem Wallpaper di Rumah

Thursday, January 23, 2014

Pemanfaatan Daun Beluntas Sebagai Bahan Baku Deodorant Spray

Daun Beluntas  (Pluchea indica (L) less)
Pemanfaatan ekstrak pucuk daun beluntas sebagai bahan baku pembuatan deodorant spray antibakteri dilakukan oleh Tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta.

Anggota tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terdiri dari: Indarti, Sri Kusyani, Chandra Dewi Puspitasari, dan Yuli Subekti

Koordinator tim mahasiswa Anita Ekantini mengatakan, bahwa Pembuatan deodorant spray itu dilakukan dengan cara mencampur ekstrak pucuk daun beluntas (Pluchea indica (L) less) pada berbagai konsentrasi dengan alk0h0l dan akuades.

Menurut dia, dalam daun beluntas terkandung senyawa fitokimia yakni senyawa tanin, fenol, flavonoid, sterol, dan alkaloid yang berpotensi sebagai sumber antioksidan dan antibakteri.

Anita Ekantini menjelaskan proses pembuatannya sebagai berikut:

  1. Pucuk daun beluntas dihaluskan dengan blender kemudian diperas dan disaring. Dengan metode itu didapatkan hasil ekstrak pucuk daun beluntas yang berwarna hijau tua. Untuk menghilangkan warna hijau, gunakan norit (arang aktif) sebagai penyerap zat warna.
  2. Campurkan norit tiga gram dengan ekstrak pucuk daun beluntas sebanyak 100 mililiter. Dari penyampuran itu didapatkan cairan yang berwarna hitam. 
  3. Campuran dimasukkan ke dalam botol dan kemudian didiamkan selama 12 jam. Campuran antara ekstrak pucuk daun beluntas dan norit disaring dengan kertas saring, tujuannya adalah untuk memisahkan antara norit dengan ekstrak pucuk daun beluntas. Penyaringan dilakukan tiga kali untuk mendapatkan ekstrak pucuk daun beluntas yang jernih.
  4. Setelah didapatkan sari dari pucuk daun beluntas, kemudian dibuat ekstrak dengan berbagai konsentrasi yakni 100 persen, 75 persen, 50 persen, dan 25 persen.

Pembuatan varian konsentrasi dari ekstrak pucuk daun beluntas dengan cara mengencerkan ekstrak pucuk daun beluntas konsentrasi 100 persen dengan akuades.

Anita Ekantini menjelaskan, berdasarkan hasil pengujian aktivitas antibakteri dalam ekstrak pucuk daun beluntas terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis diketahui bahwa konsentrasi ekstrak yang paling efektif untuk membunuh bakteri Staphylococcus epidermidis adalah konsentrasi 100 persen.
Selengkapnya di Pemanfaatan Daun Beluntas Sebagai Bahan Baku Deodorant Spray